Sebuah kisah yang melegenda dan melekat di hati anda para pemirsa, yang dibuat agak sedikit melenceng dari penafsiran sejarawan belaka
Dan akhirnya tertancaplah lidi yang biasa saja ke kuping Tumang “Hehh, dasar anjing udik, kamu tidak pernah mandi ya?? Telinga kamu tuhh jijayy banget tau ga sihh” ucap Sangkuriang sambil mengorok ngorok telinga Tumang yang di penuhi wanita wanita jalang di sepanjang daun telinganya itu “Guk Guk Guuuk Guk Nguuuk Grrrr Rawrrr goahhhh.....” (coba terjemahkan menggunakan google translate) ucap Tumang (ternyata anda salah pemirsa Tumang tidak tersodom oleh bejatnya Sangkuriang) namun pada saat sedang asik asiknya Sangkuriang mengorok telinga Tumang terlihat dari kejauhan sepasang rusa sedang bergumul satu sama lain, pandangan Sangkuriang tertuju kepada kegiatan tak senonoh kedua hewan tersebut, Sangkuriang langsung berlari mendekati kedua rusa tersebut sambil membawa anak panahnya, setelah Sangkuriang telah mendapat posisi tembak yang cukup nyetel dengan keadaan dan kemampuannya, tiba tiba Sangkuriang gelagapan “shit!!! Panahannya tertinggal” namun dia berpikir bahwa tidak mungkin kalau dia sampai putar balik dan mengambilnya, lalu dari kejauhan nampak Tumang membawakan panahannya, “brok brok brok brok obrok obrokk” deru langkah Tumang yang sangat penuh dengan kemunafikkan terdengar hingga seantero hutan belantara itu, “siippppp” sahut Sangkuriang sambil mengambil panahhanya daricocot Tumang, Sangkuriang dengan sigapnya langsung memasang kuda kuda guna menembakkan anak panahnya tersebut, “spalsssshhhh”. Namun dalam keadaan yang menegangkan tersebut entah kenapa sistem pengereman Tumang agak ngeblong karena sudah jatuh tempo untuk servis atau apa, dan Tumang langsung menabrak sepasang dua sedjoli (dalam bentu rusa tentunya) tersebut “brakkkkk” tabrak Tumang, namun anak panah tersebut masih terus melaju hingga kecepatannya melebihi 512 mbps, “Tumanngg!!!! tidakkkk” teriak Sangkuriang, dan akhirnya Tumang pun selamat dari lesakkan anak panah yang di sontek oleh Sangkuriang, ya karena Sangkuriang masih terbilang amatiran, anak panahnya malah mengenai kakinya sendiri.
Dan akhirnya tertancaplah lidi yang biasa saja ke kuping Tumang “Hehh, dasar anjing udik, kamu tidak pernah mandi ya?? Telinga kamu tuhh jijayy banget tau ga sihh” ucap Sangkuriang sambil mengorok ngorok telinga Tumang yang di penuhi wanita wanita jalang di sepanjang daun telinganya itu “Guk Guk Guuuk Guk Nguuuk Grrrr Rawrrr goahhhh.....” (coba terjemahkan menggunakan google translate) ucap Tumang (ternyata anda salah pemirsa Tumang tidak tersodom oleh bejatnya Sangkuriang) namun pada saat sedang asik asiknya Sangkuriang mengorok telinga Tumang terlihat dari kejauhan sepasang rusa sedang bergumul satu sama lain, pandangan Sangkuriang tertuju kepada kegiatan tak senonoh kedua hewan tersebut, Sangkuriang langsung berlari mendekati kedua rusa tersebut sambil membawa anak panahnya, setelah Sangkuriang telah mendapat posisi tembak yang cukup nyetel dengan keadaan dan kemampuannya, tiba tiba Sangkuriang gelagapan “shit!!! Panahannya tertinggal” namun dia berpikir bahwa tidak mungkin kalau dia sampai putar balik dan mengambilnya, lalu dari kejauhan nampak Tumang membawakan panahannya, “brok brok brok brok obrok obrokk” deru langkah Tumang yang sangat penuh dengan kemunafikkan terdengar hingga seantero hutan belantara itu, “siippppp” sahut Sangkuriang sambil mengambil panahhanya dari
Sangkuriang berteriak kesakitan minta tolong kesana kemari tanpa mengenal aral dan tujuan, setelah tak beberapa lama kemudian dengan air liur ajaib bin menjijikannya Tumang mendatangi Sangkuriang, Tumang menjilati kaki Sangkuriang yang berlumuran darah karena sedang menstruasi itu dengan seksama dan penuh gairah, entah itu memang Tumang yang sakti atau apa namun yang pasti dengan sendirinya luka Sangkuriang dapat tersembuhkan dengan cepat. “tengkyuu ya Mang, kau telah menyelamatkan hidupku” mereka saling berpelukkan sambil menangis layaknya sedang dalam acaraJalinan Kasih. Ditengah kesedihan mereka tiba tiba sepasang rusa itu bergabung dan menjadi seekor monster rusa berkepala rusa dengan 4 kaki dan 1 ekor dibelakang badannya, namun melihat fenomena tersebut Sangkuriang tak tinggal diam dari pocketnya sangkuriang mengambil SLR untuk mengabadikannya, dan “jepret jepret” dengan penuh ke alayannya rusa itu bergaya sok imut sekali, hingaa akhirnya rusa tersebut sadar bahwa dirinya telah dikadali oleh Sangkuriang dan anjingnya “GRRRRRRRR......” gertak rusa itu, dengan penuh keringat dingin Sangkuriang agak takut dan gemetaran melihatnya, dia menyiapkan kembali bilah anak panahnya, dan menembakkan ke rusa tersebut, namun apa yang terjadi pemirsa??? Apakah membuahkan hasil??? Atau melenceng lagi???? ohhhhh.... ternyata tidak, rusa itu memiliki ajian pancasona yang tak bisa mati kalau dia masih menyentuh tanah. Tiba tiba Tumang menyergap rusa itu dari belakang, sontak rusa itu terkaget dan syok berat mengenai hal tersebut, Tumang langsung menggigit dengan sekuat tenaga dan tanpa ampun menyodok anus rusa tersebut dengan menggunakan sebuah stik bilyar di tangannya, dan semua itu hanya khayalan Tumang belaka. Dan yang sebenarnya Tumang sedang buang air kecil di pinggiran kali, dan terlihat Sangkuriang sedang asik bercengkerama dengan rusa tersebut. Tak sadar ternyata perbincangan tersebut memang telah di rencanaka sejak zaman dahulu kala ketika belum ada mobil, motor, playstation, handphone, dan sebagainya, secara tak sengaja Tumang mendengar perbincangan mereka “Tidakkkkk, jadi selama ini kamu, kamu, kamu dan kamu” dengan bahasa anjing tentunya namun kedua keparat itu tak menggubrisnya “mana ane tauuu!!!!!” kata Sangkuriang ketika dia di tanya oleh rusa apa yang dikatan oleh Tumang, karena kesabaran Tumang sudah habis dia hendak membelinya lagi yang elektrik di konter sebelah selatan pohon kelapa itu, ya tidaklahh jaman segitu dah ada konter!!! Gila luu!!!
Langsung tumang menyerang rusa tersebut dengan segenap kekuatan yang mengalir dari dalam tubuhnya, dengan jurus mangekyou sharingannya rusa itu membalikkan keadaan yang akhirnya adalah rusa yang menyerang Tumang, namun dengan jurus seribu bayangannya Tumang dapat menghindari serangan rusa tersebut, dengan kemarahannya Tumang pun menyerang kembali rusa itu, tapi kekuatan rusa tak bisa dianggap remeh karena dia sudah memakan buah setan yang bisa merubah upilnya menjadi sebuah bom molotof yang bisa membutakan siapapun yang melihatnya, dan dengan pertarungan yang berjalan selama 3 hari 4 malam itu akhirnya mereka berdua tersungkur tak berdaya, dan melihat hal tersebut Sangkuriang merasa di remehkan karena dia tidak diajak bertarung, namun fantasi liar Sangkuriang pun keluar dan teringat dengan janji ibunya “yaaa hati rusa!!!!” setelah Sangkuriang menguliti dan mengambil hati rusa dia berpikir “hmmm, kalau aku membawakan 2 hati mungkin aku akan di mandiin sama mama, yeeeeyyyy” akhirnya dengan tanpa ampun Sangkuriang mengambil hati Tumang yang sedang tak berdaya, meski sebenarnya Tumang adalah ayahnya tapi dia tidak terlalu menyesal melakukannya, lha wong tidak ada yang ngasih tauu!!!!
“mamaaaaa, aku pulang!!!” teriak Sangkuriang ketika sampai di rumah, “ni mam aku bawakan 2 buah hati rusa buat mamaku yang seksi ini” sambil mencubit cubit mamanya, dan langsung berhubungan intim dikamar dan itu semua hanya bohonh belaka. “lama banget tho nak kamu perginya, mama kan jadi takut. Baydeway eniway besway, Tumang mana??” tanya Dayang Sumbi, Sangkuriang pun kebingungan harus bilang apa, Sangkuriang pun hanya diam saja tak membalas omongan Dayang Sumbi. Tak lama berselang, Dayang Sumbi menemui Sangkuriang dengan membawakan masakkan yang terbuat dari hati Tumang dan rusa itu, apakah itu??? Ya benar sekali itu adalah sandwich isi hati bukan isi hati Dayang Sumbi tentunya, namun tercipta dari hati hewan keparat itu, “ayo nakk dimakan dulu, nanti keburu basi” perintah Dayang Sumbi, “iya mam” sahut Sangkuriang, namun pada saat Dayang Sumbi mencaplok makanannya tiba tiba dia dihadapkan kepada suasana dimana Sangkuriang sedang bersenggama dengan seekor lalat, oh tidak bukan yang ini, Dayang Sumbi dihadapkan ke suasana pada saat Sangkuriang menguliti hati Tumang, sontak Dayang Sumbi terheran heran “apa benar??” gumam Dayang Sumbi, namun tiba tiba ada yang membalas gumamannya itu “benar sekali istriku aku telah dibunuh oleh seonggok manusia yang dipenuhi dengan upil dan umbel itu” entah setan apa yang merasuk jiwa Dayang Sumbi dia langsung memarahi Sangkuriang dan melepas celana dalamnya lalu melemparkan celana dalamnya ke Sangkuriang, “jeduugggg!!!!” CD itu mengenai pelipis Sangkuriang sehingga dia pingsan. Setelah Sangkuriang pingsan lalu sesegera mungkin Dayang Sumbi memasukan Sangkuriang ke dalam Box besar berukuran 2x1 dan segera Dayang Sumbi mengantarkan box yang berisi anaknya itu ke kantor pos guna membuang anak tak tau malu itu.
Sesampainya di kantor pos Dayang Sumbi kebingungan menjawab beberapa pertanyaan dari pak pos “hendak di kirim kemana non???” tanya pak pos, “mmmmm, kemana ya???” setelah lama berpikir pikir akhirnya pikirannya tertuju ke suatu tempat “SEKOLAH SIHIR DOGWARTS”
apakah benar Sangkuriang akan dikirim ke Dogwarts??? Apakah hati Dayang Sumbi sudah tertutup??? Ikuti kisah berikutnya SANGKURIANG AND THE ORDER OF GEMBEL : A JOURNEY
BERSAMBUNG
Langsung tumang menyerang rusa tersebut dengan segenap kekuatan yang mengalir dari dalam tubuhnya, dengan jurus mangekyou sharingannya rusa itu membalikkan keadaan yang akhirnya adalah rusa yang menyerang Tumang, namun dengan jurus seribu bayangannya Tumang dapat menghindari serangan rusa tersebut, dengan kemarahannya Tumang pun menyerang kembali rusa itu, tapi kekuatan rusa tak bisa dianggap remeh karena dia sudah memakan buah setan yang bisa merubah upilnya menjadi sebuah bom molotof yang bisa membutakan siapapun yang melihatnya, dan dengan pertarungan yang berjalan selama 3 hari 4 malam itu akhirnya mereka berdua tersungkur tak berdaya, dan melihat hal tersebut Sangkuriang merasa di remehkan karena dia tidak diajak bertarung, namun fantasi liar Sangkuriang pun keluar dan teringat dengan janji ibunya “yaaa hati rusa!!!!” setelah Sangkuriang menguliti dan mengambil hati rusa dia berpikir “hmmm, kalau aku membawakan 2 hati mungkin aku akan di mandiin sama mama, yeeeeyyyy” akhirnya dengan tanpa ampun Sangkuriang mengambil hati Tumang yang sedang tak berdaya, meski sebenarnya Tumang adalah ayahnya tapi dia tidak terlalu menyesal melakukannya, lha wong tidak ada yang ngasih tauu!!!!
“mamaaaaa, aku pulang!!!” teriak Sangkuriang ketika sampai di rumah, “ni mam aku bawakan 2 buah hati rusa buat mamaku yang seksi ini” sambil mencubit cubit mamanya, dan langsung berhubungan intim dikamar dan itu semua hanya bohonh belaka. “lama banget tho nak kamu perginya, mama kan jadi takut. Baydeway eniway besway, Tumang mana??” tanya Dayang Sumbi, Sangkuriang pun kebingungan harus bilang apa, Sangkuriang pun hanya diam saja tak membalas omongan Dayang Sumbi. Tak lama berselang, Dayang Sumbi menemui Sangkuriang dengan membawakan masakkan yang terbuat dari hati Tumang dan rusa itu, apakah itu??? Ya benar sekali itu adalah sandwich isi hati bukan isi hati Dayang Sumbi tentunya, namun tercipta dari hati hewan keparat itu, “ayo nakk dimakan dulu, nanti keburu basi” perintah Dayang Sumbi, “iya mam” sahut Sangkuriang, namun pada saat Dayang Sumbi mencaplok makanannya tiba tiba dia dihadapkan kepada suasana dimana Sangkuriang sedang bersenggama dengan seekor lalat, oh tidak bukan yang ini, Dayang Sumbi dihadapkan ke suasana pada saat Sangkuriang menguliti hati Tumang, sontak Dayang Sumbi terheran heran “apa benar??” gumam Dayang Sumbi, namun tiba tiba ada yang membalas gumamannya itu “benar sekali istriku aku telah dibunuh oleh seonggok manusia yang dipenuhi dengan upil dan umbel itu” entah setan apa yang merasuk jiwa Dayang Sumbi dia langsung memarahi Sangkuriang dan melepas celana dalamnya lalu melemparkan celana dalamnya ke Sangkuriang, “jeduugggg!!!!” CD itu mengenai pelipis Sangkuriang sehingga dia pingsan. Setelah Sangkuriang pingsan lalu sesegera mungkin Dayang Sumbi memasukan Sangkuriang ke dalam Box besar berukuran 2x1 dan segera Dayang Sumbi mengantarkan box yang berisi anaknya itu ke kantor pos guna membuang anak tak tau malu itu.
Sesampainya di kantor pos Dayang Sumbi kebingungan menjawab beberapa pertanyaan dari pak pos “hendak di kirim kemana non???” tanya pak pos, “mmmmm, kemana ya???” setelah lama berpikir pikir akhirnya pikirannya tertuju ke suatu tempat “SEKOLAH SIHIR DOGWARTS”
apakah benar Sangkuriang akan dikirim ke Dogwarts??? Apakah hati Dayang Sumbi sudah tertutup??? Ikuti kisah berikutnya SANGKURIANG AND THE ORDER OF GEMBEL : A JOURNEY
BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar