Sebuah kisah yang melegenda dan melekat di hati anda para pemirsa, yang dibuat agak sedikit melenceng dari penafsiran sejarawan belaka
Jaman dahulu kala ketika masih belum ada listrik dari PLN seperti sekarang di daerah antah berantah, tepatnya di Jawa Barat tersebutlah seorang Raja tampan kaya raya bernama Raja nungging Sungging Perbangkara yang sedang melakukan perburuan di hutan bersama para prajuritnya yang memang tidak banyak jumlahnya (baca : sedikit), di tengah perjalanan gerombolan sang Raja melakukan kegiatan melepas penat dan lelahnya, sampai akhirnya sang Raja tak kuasa menahan gejolak kawula mudanya, Onani??? Tentu tidak, tersebutlah bahwa sang Raja ingin pipis, namun apa daya yang namanya hutan pada jaman itu masih jarang sekali di temukan seonggok ruangan mewah penuh dengan keglamoran dan kerahasiaan si pemakainya. Ya, tepat sekali memang WC yang saya maksud.
“Raja, bagaimana kalau hamba antar anda buang air kecil??” kata Darman, seorang kacung dari Raja “ohhh, sayang sekali saya tak berminat, saya sudah janji dengan Fernando untuk mengantar saya buang air kecil” sahut raja dengan mimik mesum, entah apa yang ada dalam pikiran sang raja. Akhirnya raja bisa dengan tenang melakukan sebuah ritual yang memang sudah semestinya dilakukan, tanpa sengaja lewat seekor babi rusa (berkelamin wanita tentunya) mengintip kegiatan sang raja tersebut. “ihh waw, boleh juga boo” gumam babi rusa tersebut, setelah sang raja merampungkan ritualnya tersebut, babi rusa itu langsung menjilati bekas air seni raja tanpa sisa (sang raja kencing di bambu), entah kenapa perasaan babi rusa tersebut menjadi tidak karuan, jantungnya berdetak kencang laksana genderang mau perang, aku sedang ingin bercinta denganmu. Halah ngalnturr, lanjut. Babi rusa itu pun menggelinjang, dan terjadi suatu hal yang aneh babi rusa itu mengeluarkan seorang bayi perempuan dari mulutnya “Hoekkkkk.......” teriak babi rusa itu.
“Oa.. oa... oa...” dengan keras bayi itu menangis dan mengalihkan perhatian sang raja yang hendak menuju ke gerombolan, akhirnya dengan wajah yang gembira, sedih, susah, senang, bahagia, campur aduk bagaikan es teler yang di jual di perko perko. Namun sang raja teralihkan pandangannya terhadap sepucuk SMS yang kira kira begini bunyinya.
“Nak, maafkan ibu tadi ibu belanja ngutang dulu
Nanti kalau pulang lewat pasar tolong bayar ya nak,”
Sang raja bingung, ternyata itu sms dari Ratu mami (ibu kandung sang raja).
SINGKAT CERITA!!!!
Bayi yang ditemukan dua dekade sebelumnya itu kini telah