Jumat, 05 Agustus 2011

Hidup Tak Sekedar Mie Instan

Kalian pasti tahu mie instan, makanan cepat saji yang dijual dipasaran dengan harga kurang dari dua ribuan. Rasanya? Banyak sekali variannya. Dari ayam bawang hingga bakso sapi dapat terkemas dalam bungkusan plastik. Cara membuatnya pun sangat mudah, tinggal seduh/rebus dan cling jadilah sebuah makanan semi lezat yang cepat saji. Lupa cara membuatnya? Baca saja aturan pakainya di balik kemasan.

Andaikan hidup itu seperti membuat mie instan. Tak perlulah kita memikirkan akan apa yang akan kita lakukan selangkah kedepan. Kemarin saat saya sedang bebal menggarap program PLC (Programmable Logic Control) di kantor, saya dan 2 kawan yang tak bisa saya sebit satu per satu (setelahnya saya sebut kami) didatangi seorang desainer PLC di kantor tersebut. "Mas, tanya aja sama dia. Jago dia mah," sumbar pembimbing kami disini. Yang saya kira orang tersebut (setelahnya saya sebut Wildan) akan derma menurunkan ilmu desain PLC kepada kami, ternyata tidak. Dia malah berbicara mengenai mie instan dengan semangat sehingga lebih mirip kultum ketimbang ngajari.

Entah apa yang menjadi motivasinya berkultum dengan judul mie instan, apa mungkin pabrik Mie Sedap ada di

Sangkuriang And The Order Of Gembel : Lahirnya Sang Legenda 2

Sebuah kisah yang melegenda dan melekat di hati anda para pemirsa, yang dibuat agak sedikit melenceng dari penafsiran sejarawan belaka


Dan akhirnya tertancaplah lidi yang biasa saja ke kuping Tumang “Hehh, dasar anjing udik, kamu tidak pernah mandi ya?? Telinga kamu tuhh jijayy banget tau ga sihh” ucap Sangkuriang sambil mengorok ngorok telinga Tumang yang di penuhi wanita wanita jalang di sepanjang daun telinganya itu “Guk Guk Guuuk Guk Nguuuk Grrrr Rawrrr goahhhh.....” (coba terjemahkan menggunakan google translate) ucap Tumang (ternyata anda salah pemirsa Tumang tidak tersodom oleh bejatnya Sangkuriang) namun pada saat sedang asik asiknya Sangkuriang mengorok telinga Tumang terlihat dari kejauhan sepasang rusa sedang bergumul satu sama lain, pandangan Sangkuriang tertuju kepada kegiatan tak senonoh kedua hewan tersebut, Sangkuriang langsung berlari mendekati kedua rusa tersebut sambil membawa anak panahnya, setelah Sangkuriang telah mendapat posisi tembak yang cukup nyetel dengan keadaan dan kemampuannya, tiba tiba Sangkuriang gelagapan “shit!!! Panahannya tertinggal” namun dia berpikir bahwa tidak mungkin kalau dia sampai putar balik dan mengambilnya, lalu dari kejauhan nampak Tumang membawakan panahannya, “brok brok brok brok obrok obrokk” deru langkah Tumang yang sangat penuh dengan kemunafikkan terdengar hingga seantero hutan belantara itu, “siippppp” sahut Sangkuriang sambil mengambil panahhanya dari cocot Tumang, Sangkuriang dengan sigapnya langsung memasang kuda kuda guna menembakkan anak panahnya tersebut, “spalsssshhhh”. Namun dalam keadaan yang menegangkan tersebut entah kenapa sistem pengereman Tumang agak ngeblong karena sudah jatuh tempo untuk servis atau apa, dan Tumang langsung menabrak sepasang dua sedjoli (dalam bentu rusa tentunya) tersebut “brakkkkk” tabrak Tumang, namun anak panah tersebut masih terus melaju hingga kecepatannya melebihi 512 mbps, “Tumanngg!!!! tidakkkk” teriak Sangkuriang, dan akhirnya Tumang pun selamat dari lesakkan anak panah yang di sontek oleh Sangkuriang, ya karena Sangkuriang masih terbilang amatiran, anak panahnya malah mengenai kakinya sendiri.
Sangkuriang berteriak kesakitan minta tolong kesana kemari tanpa mengenal aral dan tujuan, setelah tak beberapa lama kemudian dengan air liur ajaib bin menjijikannya Tumang mendatangi Sangkuriang, Tumang menjilati kaki Sangkuriang yang berlumuran darah karena sedang menstruasi itu dengan seksama dan penuh gairah, entah itu memang

Sangkuriang and The Order Of Gembel : Lahirnya Sang Legenda

Sebuah kisah yang melegenda dan melekat di hati anda para pemirsa, yang dibuat agak sedikit melenceng dari penafsiran sejarawan belaka

Jaman dahulu kala ketika masih belum ada listrik dari PLN seperti sekarang di daerah antah berantah, tepatnya di Jawa Barat tersebutlah seorang Raja tampan kaya raya bernama Raja nungging Sungging Perbangkara yang sedang melakukan perburuan di hutan bersama para prajuritnya yang memang tidak banyak jumlahnya (baca : sedikit), di tengah perjalanan gerombolan sang Raja melakukan kegiatan melepas penat dan lelahnya, sampai akhirnya sang Raja tak kuasa menahan gejolak kawula mudanya, Onani??? Tentu tidak, tersebutlah bahwa sang Raja ingin pipis, namun apa daya yang namanya hutan pada jaman itu masih jarang sekali di temukan seonggok ruangan mewah penuh dengan keglamoran dan kerahasiaan si pemakainya. Ya, tepat sekali memang WC yang saya maksud.

“Raja, bagaimana kalau hamba antar anda buang air kecil??” kata Darman, seorang kacung dari Raja “ohhh, sayang sekali saya tak berminat, saya sudah janji dengan Fernando untuk mengantar saya buang air kecil” sahut raja dengan mimik mesum, entah apa yang ada dalam pikiran sang raja. Akhirnya raja bisa dengan tenang melakukan sebuah ritual yang memang sudah semestinya dilakukan, tanpa sengaja lewat seekor babi rusa (berkelamin wanita tentunya) mengintip kegiatan sang raja tersebut. “ihh waw, boleh juga boo” gumam babi rusa tersebut, setelah sang raja merampungkan ritualnya tersebut, babi rusa itu langsung menjilati bekas air seni raja tanpa sisa (sang raja kencing di bambu), entah kenapa perasaan babi rusa tersebut menjadi tidak karuan, jantungnya berdetak kencang laksana genderang mau perang, aku sedang ingin bercinta denganmu. Halah ngalnturr, lanjut. Babi rusa itu pun menggelinjang, dan terjadi suatu hal yang aneh babi rusa itu mengeluarkan seorang bayi perempuan dari mulutnya “Hoekkkkk.......” teriak babi rusa itu.

“Oa.. oa... oa...” dengan keras bayi itu menangis dan mengalihkan perhatian sang raja yang hendak menuju ke gerombolan, akhirnya dengan wajah yang gembira, sedih, susah, senang, bahagia, campur aduk bagaikan es teler yang di jual di perko perko. Namun sang raja teralihkan pandangannya terhadap sepucuk SMS yang kira kira begini bunyinya.
“Nak, maafkan ibu tadi ibu belanja ngutang dulu
Nanti kalau pulang lewat pasar tolong bayar ya nak,”
Sang raja bingung, ternyata itu sms dari Ratu mami (ibu kandung sang raja).

SINGKAT CERITA!!!!

Bayi yang ditemukan dua dekade sebelumnya itu kini telah